Dampak Program Bantuan Langsung Tunai terhadap Kesejahteraan Ekonomi Warga Miskin: Studi Fenomenologis di Desa Wonggarasi Tengah
DOI:
https://doi.org/10.61787/za6xbk49Keywords:
BLT, Kemiskinan, Kesejahteraan EkonomiAbstract
Kemiskinan di wilayah perdesaan Indonesia, termasuk di Desa Wonggarasi Tengah, Kecamatan Lemito, Kabupaten Pohuwato, masih menjadi tantangan pembangunan yang mendorong pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) melalui Dana Desa. Penelitian ini bertujuan mengetahui dampak positif dan negatif Program BLT terhadap kesejahteraan ekonomi warga miskin di desa tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap delapan informan yang dipilih secara purposive sampling, terdiri atas lima penerima BLT dan tiga informan pendukung dari unsur pemerintah desa. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sehingga kategori dampak positif dan negatif yang ditemukan merupakan hasil kategorisasi tematik atas data lapangan, bukan sekadar deskripsi langsung dari pernyataan informan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Program BLT memberikan dampak positif berupa terpenuhinya kebutuhan pokok, berkurangnya beban ekonomi keluarga, meningkatnya daya beli, terbantunya biaya pendidikan dan kesehatan, serta bertambahnya modal usaha kecil bagi sebagian penerima. Namun demikian, ditemukan pula dampak negatif berupa kecenderungan ketergantungan terhadap bantuan, kecemburuan sosial, ketidaktepatan sasaran, nilai bantuan yang belum mencukupi, serta perbedaan persepsi masyarakat mengenai kelayakan penerima. Dengan demikian, Program BLT efektif meringankan tekanan ekonomi jangka pendek, tetapi belum menjadi solusi utama peningkatan kesejahteraan berkelanjutan sehingga perlu diiringi program pemberdayaan ekonomi produktif.






