Karya Tari "Lanji" Sebagai Ungkapan Keputusasaan Anak Pekerja Seks Komersial Dalam Bentuk Tari Dramatik
DOI:
https://doi.org/10.61787/y0kcd828Kata Kunci:
Lanji, Despair, Commercial Sex WorkersAbstrak
Abstrak
Karya Tari Lanji merupakan sebuah karya yang berangkat dari fenomena perjalanan hidup anak pekerja seks komersial, dimana dia mengalami keputusasaan yang disebabkan oleh pembulian verbal dari masyarakat karena ibunya yang merupakan seorang pekerja seks komersial. Pada akhirnya dia putus asa dan memutuskan untuk menjadi pekerja seks komersial seperti ibunya. Pada karya tari ini memiliki dua fokus yaitu fokus isi dan bentuk. Fokus isi berupa keputusasaan yang dialami anak pekerja seks komersial sedangkan fokus bentuk disajikan dalam bentuk tari dramatik. Urgensi pada karya tari ini sebagai media refleksi dan informatif. Ketertarikan penulis terhadap karya ini ingin mengungkap dampak dari pembullyan verbal yang berpengaruh terhadap individu yang terlibat. Keunikan dari karya tari ini yaitu keputusasaan yang dirasakan anak dari pekerja seks komersial yang berbeda dengan keputusasaan pada umumnya. Karya tari ini ditujukan kepada penonton untuk mengungkapkan keputusasaan anak pekerja seks komersial melalui gerak dan ekspresi.
Penulisan karya tari Lanji menggunakan beberapa teori diantaraya teori Metode Konstruksi I oleh Jaqueline Smith, lalu teori koreografi yang juga membantu dalam perwujudan mengenai konsep yang telah diangkat menjadi sebuah pertunjukan tari. Penafsiran koreografer pada fenomena yang dipilih kemudian dilanjutkan pada tahap proses penciptaan di antaranya eksplorasi, improvisasi, komposisi, analisis,dan evaluasi.
Keputusasaan anak pekerja seks komersial diungkapkan melalui gerak, dan ekspresi serta didukung oleh beberapa komponen seperti setting siluet, tata rias busana yang sesuai dengan konsep, panggung proscenium lengkap dengan lighting yang difungsikan untuk membangun perubahan suasana di setiap adegan. Iringan musik juga menjadi pendukung dalam karya tari ini. Karya tari Lanji menggunakan tipe tari dramatik yang menjadi media penulis untuk menyampaikan pesan kepada penonton dengan memunculkan sebuah simbol dan sebuah dramatisasi di setiap adegan melalui ekspresi, gerak, serta interaksi penari dengan penari.
Kata kunci: Lanji, Keputusasaan, Pekerja Seks Komersial