Akuntansi Keberlanjutan pada Implementasi Program Makan Bergizi Gratis: Perspektif Triple Bottom Line
DOI:
https://doi.org/10.61787/m495cf80Kata Kunci:
Akuntansi keberlanjutan, Program Makan Bergizi Gratis, Triple Bottom Line, Sektor publik, Pembangunan berkelanjutanAbstrak
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan. Keberhasilan implementasi program tidak hanya ditentukan oleh aspek pemenuhan gizi, tetapi juga oleh kemampuan menciptakan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui praktik akuntansi keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Labuhan Batu berdasarkan perspektif Triple Bottom Line yang meliputi dimensi profit, people, dan planet, serta menganalisis penerapan praktik akuntansi keberlanjutan dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi MBG telah mencerminkan prinsip Triple Bottom Line melalui pemberdayaan UMKM dan pemasok lokal yang meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat (profit), peningkatan akses makanan bergizi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan (people), serta penerapan sanitasi, keamanan pangan, dan pemanfaatan pangan lokal (planet). Praktik akuntansi keberlanjutan telah diterapkan melalui penyediaan standar operasional prosedur, pembagian tugas, dokumentasi kegiatan, dan tata kelola administrasi yang mendukung transparansi serta akuntabilitas program. Namun demikian, sistem monitoring, evaluasi, dan pelaporan keberlanjutan masih memerlukan penguatan agar dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat diukur secara lebih komprehensif. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian akuntansi keberlanjutan pada sektor publik, khususnya dalam evaluasi implementasi Program Makan Bergizi Gratis.






