Analisis Fenomena Code Mixing pada Interaksi Pembelajaran di Kelas Luring Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.61787/n132bd16Keywords:
Code mixing, Interaksi pembelajaran, Kelas luring perguruan tinggi, Komunikasi akademikAbstract
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk, fungsi, dan faktor penyebab code mixing dalam interaksi pembelajaran luring pada mahasiswa semester 1 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Islam Labuhan Batu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan data berupa tuturan dosen dan mahasiswa yang direkam melalui audio–video, didukung observasi partisipatif ringan dan catatan lapangan. Hasil analisis menunjukkan tiga bentuk utama code mixing sesuai tipologi Muysken, yaitu insertion sebagai bentuk paling dominan berupa penyisipan istilah teknis berbahasa Inggris ke dalam struktur bahasa Indonesia, alternation yang muncul pada pergantian klausa untuk menandai penekanan pragmatik, serta congruent lexicalization ketika unsur kedua bahasa bercampur dalam pola sintaksis yang serupa. Secara fungsional, code mixing digunakan untuk mempermudah penjelasan konsep yang tidak memiliki padanan tepat, mengaktifkan fokus mahasiswa, membangun kedekatan sosial–akademik, dan menegaskan identitas akademis yang terhubung dengan wacana global. Faktor penyebabnya meliputi keterbatasan istilah dalam bahasa Indonesia, gaya komunikasi dosen yang terbiasa dengan literatur Inggris, pengaruh terminologi global dalam disiplin ilmu, serta dinamika spontan interaksi tatap muka. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa code mixing dalam konteks luring lebih natural, kontekstual, dan dipengaruhi elemen nonverbal yang tidak tampak dalam pembelajaran daring. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa code mixing merupakan strategi komunikatif dan pedagogis yang penting dalam ekosistem pembelajaran bahasa di perguruan tinggi.










